Wednesday, 23 March 2011

Resensi Film Gnomeo and Juliet

Parting is such sweet sorrow (perpisahan adalah kesedihan yang begitu manis) yang terdapat pada novel Romeo and Juliet , menjadi quote yang menghiasi film animasi terbaru berjudul Gnomeo and Juliet. Dan tak salah lagi, film tersebut memang diilhami oleh karya besar dari William Shakespeare, Romeo and Juliet.


“The neighboring gardens of Montague and Capulet are at war, but the gnomes, Gnomeo and Juliet, are in love.


Begitulah premis dari film Gnomeo and Juliet. Hampir di seluruh dunia tahu bagaimana kisah tragis yang dialami oleh Romeo dan Juliet, dan di film ini tidak menawarkan sesuatu yang tragis, akan tetapi ending yang lebih baik untuk ”Romeo” yang sedikit “diplesetkan” dengan gnomeo (salah satu tokohnya) dan Juliet, karena memang yang dikisahkan adalah kehidupan para gnome (kurcaci).

Adalah dua tetangga yang saling bermusuhan, Montague dan Capulet, mereka sama-sama memiliki taman yang dihiasi dengan patung-patung kurcaci. Saat tuan rumahnya tidak ada, para patung-patung ini ternyata memiliki kehidupan bak manusia biasa.

Patung kurcaci dari kubu Gnomeo memakai topi biru, sedangkan dan kubu Juliet memakai topi merah. Kedua kubu ini saling bermusuhan. Dan pada suatu ketika, Juliet yang sungguh menyukai bunga, tertarik dengan bunga anggrek yang sudah mekar di taman tetangganya. Dengan berdandan ala ninja, Juliet bertekad mengambil bunga tersebut. Namun saat bunga sudah di depan mata, ada orang lain yang memergokinya, akhirnya mereka saling pandang dan jatuh cinta saat pandangan pertama..#uhuk# dialah Gnomeo…

Hati Juliet dan Gnomeo telah terpaut satu sama lain, namun begitu menyadari jika mereka dari kelompok yang bermusuhan, membuat Juliet galau. Mereka mencuri-curi waktu untuk sekedar bertemu di suatu tempat, namun pada akhirnya, peperangan antara dua kelompok ini akhirnya pecah jua…

Crop Circle dan Twilight
Ada dua adegan dalam film ini yang membuat ketawa cekikikan, yaitu saat Juliet membuat semacam crop circle yang menggambarkan inisial G & J. Karena jadi mengingatkan crop circle yang pernah heboh di Sleman beberapa waktu lalu.

Selain itu, ada adegan yang mirip dengan adegan ala Edward Cullen dan Bella Swan di film Twilight, yaitu saat mereka berdua rerebahan di antara padang rumput lalu di syut dari atas. Romantes benerr…

Produksi
Disutradarai oleh Kelly Asbury. Naskah asli, terinspirasi oleh William Shakespeare's Romeo dan Juliet, ditulis oleh John R. Smith dan Rob Sprackling. Naskah final dikerjakan oleh Asbury, Mark Burton, Kevin Cecil, Emily Cook, Kathy Greenberg, Andy Riley, dan Steve Hamilton Shaw.

Film ini asli dari ide Sprackling dan Smith yang menjual naskahnya ke Disney melalui Rocket Pictures. Awalnya, film ini akan diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios, namun ditolak oleh kepalanya yang baru, John Lasseter, setelah akuisisi Pixar. Miramax Films mengambil proyek dan dipandu produksi sampai divisi ditutup. Australia direktur Adam Elliot didekati dan diminta untuk mengarahkan film tersebut, namun ia menolak tawaran karena ketidaksesuaian film dengan gayanya, serta kurangnya pengalaman dengan CGI (Common Gateway Interface). Film ini kemudian diangkat dan diproduksi oleh Starz Animation di Toronto. Film ini dirilis di bawah bendera Touchstone Pictures pada tanggal 11 Februari 2011, dan ini menjadi film pertama Touchstone's animasi sejak tahun 1993, The Nightmare Before Christmas. Pemutaran perdana film ini berada di Disney El Capitan Theatre di Hollywood pada tanggal 23 Januari 2011.

Tokoh-tokoh
* James McAvoy sebagai Gnomeo Montague, protagonis pria utama film tersebut. Dia adalah gnome biru menawan, bangga tapi peduli cinta dengan Juliet. Dia dan Juliet hampir mati karena kecelakaan dan di akhir yang bahagia menikah dengan gnome yang telah membuat perdamaian.
* Emily Blunt sebagai Juliet Capulet, tokoh utama perempuan film. Ia jatuh cinta dengan Gnomeo dan mereka terjebak di antara cinta terlarang. Dia adalah seorang yang mandiri, keras kepala dengan keterampilan ninja tetapi terlindung oleh ayahnya. Pada akhirnya dia dan Gnomeo yang bahagia menikah.
* Michael Caine sebagai Lord RedBrick, pemimpin gnome merah dan ayah overprotektif Juliet. Dia ingin putrinya untuk berdiri diatas benteng dan terus-menerus memanggil dia lembut karena dia tidak ingin Juliet berakhir seperti ibunya yang telah menunggal. Pada akhirnya ia jatuh cinta dan menikahi Lady Blueberry setelah kubu biru dan merah berdamai.
* Jason Statham sebagai Tybalt, antagonis utama. Ia dibunuh oleh Gnomeo namun kemudian ia diperbaiki.
* Maggie Smith sebagai Lady Blueberry, pemimpin gnome biru dan ibu Gnomeo's. Dia sangat tidak menyukai gnome merah dan menghasut Gnomeo untuk merasakan hal yang sama. Pada akhirnya ia menikah dengan Lord RedBrick
* Patrick Stewart sebagai William Shakespeare, patung William Shakespeare yang ditemui Gnomeo.
* Ashley Jensen sebagai Nanette, katak taman dan sahabat terbaik Juliet. Pada akhirnya dia menjadi pasangan dengan Paris.
* Matt Lucas sebagai Benny, impulsif dan tinggi adalah sahabat terbaik Gnomeo .
* Stephen Merchant sebagai Paris, gnome merah kutu buku yang diatur untuk menikahi Juliet. Namun ia dan Nanette jatuh cinta.
* Ozzy Osbourne sebagai Fawn, rusa taman yang berfungsi sebagai antagonis sekunder. Pada akhir film dia terus-menerus membawa tubuh Tybal yang telah diperbaiki.
* Jim Cummings sebagai Featherstone, seorang flamingo kesepian dengan aksen Spanyol kental. Dia seperti Gnomeo dan Juliet pacarnya dibawa pergi. Pada akhirnya ia dan pacarnya bertemu kembali.
* Hulk Hogan sebagai Terrafirminator VO, seorang penyiar yang menyuruh orang-orang untuk membeli Terrafirminator,
* Julie Walters sebagai Mrs Montague. Seorang wanita lansia yang wajahnya tidak pernah ditampilkan, dia adalah Pemilik patung Gnomeo
* Richard Wilson sebagai Mr.Capulet. Dia adalah lansia dan wajahnya tidak pernah ditampilkan, dia adalah pemilik patung Juliet


Yang jelas sih, behubung ini film dibuat untuk segala umur, utamanya buat anak-anak jadi selalu ada pesan yang tersirat. Bahwasanya yang namanya permusuhan dan peperangan pada akhirnya yang kalah jadi abu, yang menang jadi arang. Tentu saja bonus kehancuran dan sakit hati di dalamnya. Dan meskipun diambil dari kisah klasik yang begitu melegenda Gnomeo and Juliet hadir untuk menghibur dan memberi kisah “Romeo and Juliet” versi anak-anak. Kalau selama ini kisah klasik ini selalu termindset sebagai karya sastra yang “berat” dan hanya bisa dikonsumsi oleh orang-orang dewasa, tentunya dengan pengemasan yang sedemikian rupa, kisah berat-pun bisa tampil lebih ringan dan bisa diterima untuk semua umur, tanpa mengurangi atau memberi efek buruk pada kisah aslinya.

Salam hormat untuk William Shakespeare!

Cheerss..
sumber 1

sumber 2

No comments:

Post a Comment

Comment